Senin, 16 November 2020

Mengenal Secara Singkat Olahraga Tenis Meja

 TENIS MEJA


Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja saja, tapi juga anak-anak dan orang tua, pria dan wanita cukup besar peminatnya, hal ini disebabkan karena olahraga yang satu ini tidak terlalu rumit untuk diikuti

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, (2014) dalam buku ajar sekolah menengah kelas VII yang menyatakan bahwa, “Tenis meja adalah suatu permainan yang mengunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net) yang mengunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya mengunakan pemukul atau sering disebut bet”.

            Dari beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa permainan tenis meja adalah suatu olahraga yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasang (untuk ganda) pemain yang berlawanan, menggunakan meja untuk memantulkan bola yang dipukul dengan bet dan diawali dengan servis dan harus mampu menyeberangkan bola serta mengembalikan bola ke daerah lawan setelah bola itu memantul di daerah permainan sendiri. Angka diperoleh jika bola tidak dapat dikembalikan, atau bola yang dipukul lawan tidak jatuh di meja kita.

a. Alat Dan Perlengkapan Tenis Meja

Dalam permainan tenis meja, alat dan fasilitas yang harus tersedia adalah meja, net, bola dan bet.

1)      Meja

Permukaan meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 274 cm, lebar 152,2 cm dan tingginya 76 cm. Meja terbuat dari bahan apapun juga dan dapat memantulkan bola secara merata dan baik.

            Permukaan atas dinamakan "bidang permainan", harus berwarna pudar dan sangat gelap, sebaiknya hijau tua kehitam-hitaman, ditambah garis putih selebar 2 cm sepanjang tiap sisi meja. Garis-garis pada sisi yang panjangnya 152,5 cm dinamakan "garis ujung", sedangkan garis-garis pada sisi yang panjangnya 274 cm dinamakan "garis tepi".

2)      Net

            Rangkaian net terdiri dari jaring (net), gantungan jaring, dua buah penjepit dengan batang di setiap ujungnya yang dilekatkan tegak-lurus bersama penyangga setinggi 15,25 cm, batas ukuran tiang luar penyangga berjarak 15,25cm dari luar garis-tepi.  


3)   Bola

Bola harus berbentuk bulat-berongga (spherical), dengan diameter 40 mm, berat 2,7 gram, terbuat dari bahan celluloid, berwarna putih atau orange, dan kasat/tidak licin mengkilap.

 


4)      Bet

a.       Bet boleh sembarang ukuran, bentuk atau berat tetapi permukaannya harus datar  dan kaku.

b.      85 % terbuat dari kayu alam dapat dilapisi dengan bahan perekat yang berserat seperti fiber carbon, fiber glass atau bahan kertas yang dipadatkan.

c.       Lapisan karet biasa tebal maksimal 2 mm (bet busa karet biasa), lapisan karet bintik maksimal 4 mm ( bet busa karet bintik).


B. Gerak Dasar Permainan Tenis Meja

1. Pegangan Bet

Kualitas permainan tenis meja dipengaruhi oleh teknik memegang bet. Oleh karena itu, setiap pemain tenis meja harus menguasai teknik dasar memegang bet. Adapun macam-macam teknik memegang bet adalah sebagai berikut.

a)      Shakehands grip, Teknik ini seperti orang melakukan jabat tangan.

b)      Penhold grip, atau pegangan seperti memegang pena.

c)      Seemiler Grip, variasi dari shakehand grip.



2. Jenis-jenis pukulan (stroke)

Terdapat beberapa gerak pukulan dasar dalam permainan tenis meja, yaitu “push, drive, block, chop, dan service 

1)   Push merupakan teknik memukul bola dengan gerakan mendorong dan sikap bet membuka. Pukulan ini biasanya digunakan untuk mengembalikan pukulan push dan chop lawan.

2)   Drive merupakan teknik pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari bawah serong ke atas dan sikap bet tertutup. Pukulan ini dapat digunakan sebagai pukulan serangan.

3)   Block merupakan teknik memukul bola dengan gerakan menghentikan atau membendung bola dengan sikap bet tertutup. Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan bola drive atau bola dengan putaran atas (up spin).

4)   Chop merupakan teknik memukul bola dengan gerakan seperti menebang pohon dengan kapak atau disebut dengan gerakan membacok. Pukulan ini dgunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam-macam.

5)   Service merupakan teknik memukul bola untuk menyajikan bola pertama ke dalam permainan dengan cara memantulkan terlebih dahulu bola tersebut ke meja, kemudian dipukul dan bola harus melewati atas net dan memantul di meja lawan.

Mengenal Singkat Olahraga Billiard

BILLIARD


Asal-usul permainan biliar belum secara jelas diketahui hingga saat ini. Beberapa sumber menyebut bahwa permainan ini berasal dari Perancis, Italia, Spanyol, atau Cina.  Kata biliar diperkirakan berasal dari kata billart yang berarti tongkat kayu atau bille yang berarti bola. Pada mulanya, permainan ini dimainkan dengan dua bola pada meja yang berkantong enam dan gawang seperti pada permainan kriket dan menggunakan tongkat lurus sebagai sasaran pantul.

Selanjutnya, permainan biliar dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud, seorang tahanan politik pemerintah ketika terjadi revolusi Perancis. Karena kecintaannya dengan biliar, ia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir. Mingaud berhasil menemukan tip, yakni tambahan kulit di ujung cue. Dengan tip, pukulan menjadi lebih akurat dan mempermudah melakukan kontrol cue ballTip temuan Mingaud lama-kelamaan mengeras dan mengurangi efektifitas pukulan sehingga dilakukan pengembangan. Jack Carr, seorang pelatih biliar dari Inggris, menemukan teknik pukulan off-center, yaitu memukul cue ball di titik off-center guna mendapatkan efek spin. Di Inggris, pukulan ini disebut side. Ia juga menemukan ide untuk mengoleskan kapur pada permukaan tip untuk meningkatkan akurasi pukulan.

Perkembangan olahraga biliar di Indonesia pertama kali berasal dari kalangan masyarakat lapisan bawah. Mereka kebanyakan punya banyak waktu senggang karena tidak punya pekerjaan yang tetap dan lokasi bermainnya berada di tempat-tempat kumuh sehingga biliar sering dikonotasikan secara negatif. Namun, setelah masyarakat mengetahui bila biliar dimainkan oleh oleh semua kalangan di Eropa baik raja, presiden, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya, maka masyarakat juga mulai tertarik memainkannya.

           Masuknya permainan biliar di Indonesia bermula saat negara-negara Eropa melakukan penjajahan di daratan Asia, mereka membawa kebiasaan berupa bermain biliar ke lingkungan tempat mereka menjajah. Hal tersebut justru membuat olahraga biliar menjadi sangat popular di Asia dibandingkan di negara-negara Eropa, bahkan para pemain professional biliar justru didominasi oleh orang-orang Asia. Permainan biliar di Indonesia kian hari semakin berkembang melalui berbagai macam kompetisi atau kejuaraan, bahkan sudah didirikan organisasi resmi yang diakui oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), yakni Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) .

 

Istilah dalam Permainan Biliar

          Dalam dunia permainan biliar, digunakan istilah-istilah tertentu sebagai penyebutan suatu benda, tindakan, atau situasi. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam permainan biliar antara lain sebagai berikut.

1.      Cue

Cue merupakan tongkat atau stik yang digunakan sebagai alat penyodok bola dalam permainan biliar. Biasanya tongkat terbuat dari kayu atau serat komposit dalam berbagai motif corak dan bentuk.

2.      Cue Ball

Cue Ball merupakan bola biliar berwarna putih yang digunakan sebagai bola utama atau sebagai media penghubung antara stik biliar dengan bola sasaran atau bola target.

3.      Object Ball (Pool Ball)

Object Ball adalah bola biliar yang menjadi target singgungan dari cue ball untuk diarahkan ke posisi tertentu atau dimasukan ke dalam pocket sebagai tujuan permainan.

4.      Pocket

Pocket adalah kantung pada meja biliar yang berfungsi sebagai tempat masuknya bola biliar. Pocket pada meja biliar berjumlah enam buah (3 buah pada tiap sisinya) dengan ukuran kurang lebih dua kali diameter bola biliar.

5.      Chalk

Chalk adalah perlengkapan yang dipakai untuk melapisi bagian atas (tip) dari stik biliar agar tidak terjadi slip pada persinggungan antara tip dengan cue ball atau missed cue.

6.      Missed Cue

Missed cue adalah situasi stik biliar terpeleset pada saat melakukan sodokan terhadap cue ball sehingga target bola sasaran menjadi meleset atau tidak sesuai yang diinginkan.

7.      Scratch

Scratch adalah situasi saat cue ball masuk ke dalam pocket atau keluar dari meja. Scratch merupakan foul atau kesalahan dalam permainan biliar.

 

Ketentuan Umum

           Bola yang digunakan dalam permainan biliar adalah bola biliar bernomor 1 hingga 9 dan ditambah bola berwarna putih (cue ball). Susunan bola adalah bola bernomor 1 hingga 9 disusun berbentuk wajik (diamond). Posisi bola bernomor 1 berada di bagian atas wajik, sedangkan bola bernomor 9 diletakkan di tengah-tengah susunan bola, dan bola lainnya ditempatkan secara acak. Pemain dinyatakan menang, apabila memasukkan bola bernomor 9 ke dalam lubang meja secara sah atau pemain lawan melakukan pelanggaran 3 kali berturut-turut.

Mengenal Singkat Olahraga Hoki

Olahraga HOKI



Hoki adalah olahraga permainan yang dilakukan oleh pria dan wanita dengan menggunakan alat pemukul (stick) dan bola. Bentuk permainannya hampir sama dengan sepak bola yaitu pemainnya terdiri dari 11 orang serta permainan hoki ini sangat menarik dan tidak akan menimbulkan cidera bila semua pemain memahami peraturan permainan,Sarana penunjang olah raga hoki adalah Pemain hoki umumnya terdiri dari peralatan skates, shin pads, sarung tangan, celana hoki, sticks, dan Helmets. Tongkat hoki yang cenderung yang paling penting, selain perlindungan dari badan Anda.

Pada tahun 1924 Induk organisasi didunia dibentuk di Paris bernama Federation Internaitonal De Hockey (FIH). Pada saat itu olah raga hoki di Indonesia masih sedikit peminatnya, pelopor olahraga hoki di Indonesia adalah pelajar-pelajar sekolah guru Lembang, Bandung. Klub hoki tersebut bernama Hollandsch Inlandschekweekscholl (HIK) pada tahun 1932.

Walaupun hoki tidak sepopular seperti sepak bola tetapi hoki adalah salah satu permainan yang telah lama dimainkan oleh manusia. Ia mula dikenali sebagai sukan demonstrasi di Sukan Olimpik pada tahun 1900 dan dijadikan salah satu sukan yang ditandingkan pada tahun 1928. Sejak itu ia dimainkan dalam Sukan Olimpik.

Pasca terbentuknya dan dilantiknya PP FHI oleh KONI yang telah menandakan telah syah menjadi anggota dari organisasi keolahragaan tertinggi indonesia, tentunya menjadi motivasi tersendiri untuk insan hoki di tiap-tiap daerah.

Gelegar kebangkitan hoki semakin terasa di tingkat perguruan tinggi, pasca terbentuknya PP FHI even yang pertama kali diselenggrakan dan bernuansa nasional adalah "Kejuaraan Hoki Ruangan Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia Piala Bergilir MENPORA RI VI 2011" dengan bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta. Kejuaraan ini memapu menyedot perhatian para pecinta hoki di tingkat perguruan tinggi dan antusias dari setiap peserta cukup meriah. hal itu terbukti dengan keikutsertaan 17 perguruan tinggi di seluruh tanah dengan rincian 17 Tim Putra dan 14 Tim Putra.

B. Peratuaran Permainan Hoki

Komposisi Seluruh Tim

    1. Komposisi seluruh tim antara lain :
        - Maksimun 11 pemain dalam setiap tim yang bertanding selama pertandingan
        - Setiap tim mempunyai seorang penjaga gawang dalam lapangan atau bermain hanya dengan pemain lapangan (field player)

    2. Setiap tim boleh bermain dengan :
        - Penjaga gawang dengan hak istimewa menjaga gawang dengan mengenakan peralatan pelindungan yang lengkap yang terdirinya sekurang-kurangnya perlindungan kepala (headgear), perlindungan kaki menjaga gawang (legguard) dan pelindungan telapak kaki penjaga gawang (kicker) dan kaos dengan warna yang berbeda-beda.
        - Penjaga gawang dengan hak istimewa menjaga gawang dengan hanya mengenakan perlindungan kepala (headgear) dan kaos dengan warna yang berbeda-beda.
        - Hanya pemain lapangan (field player) dan tidak ada permainan dengan hak istimewa menjaga gawang dengan ada satu permainan pun yang mengenakan perlindungan kepala atau kaos dengan warna yang berbeda-beda
        - Tim boleh mengganti antara pilihan-pilihan tersebut dalam melakukan pergantian
        - Setiap tim diperbolehkan untuk mengganti pemainnya sendiri yang tidak ada dilapangan

    3. Pergantian diperbolehkan setiap saat kecuali pada saat dimulainya penalti corner (penalty corner) sampai dengan selesai, selama waktu tersebut, pergantian pemain hanya diperbolehkan untuk penjaga gawang petahan yang cedera atau dilarang bermain.

    4. Tidak ada pembatasan jumlah pemain yannng diperoleh untuk mengganti pada saat yang bersamaan atau beberapa kali pemain tersebut diperolehkan untuk menggantikan dan digantikan.

    5. Pegantian pemain hanya diperbolehkan yang digantikan telah meninggalkan lapangan

    6. Pergantian pemain tidak diperbolehkan untuk pemain yang sedang dilarang bermain

    7. Setelah menyelesaikan waktu larangan bermain, pemain tersebut diperbolehkan untuk digantikan tanpa harus telebih dahulu kembali kelapangan

    8. Seluruh pemain lapangan (field player) harus meninggalkan atau memasukan lapangan untuk tujuan pergantian dalam jarak 3 m dari garis tengah (center line) disatu sisi lapangan yang telah disepakati oleh seluruh wasit.

    9. Seluruh penjaga gawang diperbolehkan untuk meninggalkan dan memasuki lapangan untuk proses pergantian didekat gawang yang mereka jaga.

    10. Waktu pertandingan diberhentikan hanya untuk proses pergantian penjaga gawang yang menggunakan peralatan pelindung yang lengkap tetapi tidak untuk prose pergantian yang lain.

            - Untuk tujuan pergantian pemain, penalti corner (penalty corner) berakir ketika :
                a. Terjadinya gol
                b. Penyerang melakukan pelanggaran
                c. Bola melintas keluar lebih dari dari 5 m dari daerah circle
                d. Bola melintas keluar dari daerah circle untuk yang kedua kalinya
                e. Bola dimainkan melewati garis belakang (back line) dan tidak dimerikan penalti corner (penalty corner)
                f. Pemain bertahan melakukan kesalahan dan penalti corner (penalty corner) yang lain tidak di berikan
                g. Diberikannya penalti stroke ( penalty stroke)
                h. Diberikannya bully

Jika diberikannya lagi penalti corner, pergantian pemain tidak boleh dilaksanakan sampai dengan penalti corner tersebut telah selesai

- Seluruh pemain lapangan (Field Player) yang meninggalkan lapangan untuk keperluan perawatan cedera, penyegaran diri, untuk mengganti peralatan atau untuk beberapa aslasan lainnya selain untuk pergantian pemain diperbolehkan untuk kembali memasuki lapangan diantara daerah 23 meter

- Tidak ada seorangpun selain seluruh pemain lapangan (Field Player), seluruh penjaga gawang  dan seluruh wasit yang diperbolehkan berada dilapangan pertandingan tanpa ijin dari wasit yang bertugas

- Seluruh pemain yang berada didalam dan diluar lapangan pertandingan berada dibawah wewenang seluruh wasit termasuk pada masa istirahat / pada waktu (Halt-Time).

- Pemain yang cedera atau mengalami pendaharahan harus meninggalkan lapangan pertandingan kecuali adanya alasan medis yang mencegah hal tersebut dan tidak boleh kembali lagi ke lapangan pertandingan sebelum lukanya benar-benar telah tertutup seluruh pemain tidak boleh menggunakan pakaian / Costum yang ternoda darah

 Pertandingan Dan Hasil

- Pertandingan terdiri dari 2 babak masing-masing selama 35 menit dan masa istirahat/paruh waktu selama 5 menit

- Tim yang paling banyak menciptakan gol menjadi pemenangnya: jika tidak ada gol yang diciptakan atau jika kedua tim menciptakan gol yang sama dengan jumlah yang sama, pertandingan dinyatakan seri

Perkembangan E-Sport di Indonesia

E-Sport di Indonesia


    Tak dapat dipungkiri perkembangan esports di Indonesia dari tahun ke tahun makin pesat. Namun, perkembangan tersebut masih belum didukung oleh keberadaan liga nasional layaknya cabang olahraga konvensional yang sudah lebih dahulu populer. Game E-Sport yang terkenal di Indonesia adalah Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, dan yang terbaru League Of Legends

    Menurut CEO Tim Esports Rex Regum Qeon Adrian Pauline liga nasional esports dibutuhkan untuk meningkatkan partisipasi dari atlet esports daerah yang belum tersentuh oleh turnamen-turnamen di kota besar. Selain itu, yang tak kalah penting adalah mengubah stigma negatif terkait esports di tengah-tengah masyarakat, terutama orang tua.

 

    “Sekarang sudah lumayan diseriusi karena esports ini memang sudah masuk radar pemerintah. Sudah ada Pengurus Besar (PB) Esports Indonesia, dukungan dari pemerintah sudah ada tinggal dimaksimalkan dukungan tersebut disiapkan liga nasionalnya untuk menjaring bibit-bibit atlet terbaik,” katanya dalam sebuah diskusi pada Selasa (21/7/2020).

 

    Dengan adanya liga esports nasional menurut Adrian pengembangan esports di Indonesia juga bisa lebih terarah dan terstandardisasi. Liga esports nasional yang saat ini tengah dikembangkan oleh PB Esports Indonesia regulasi dan ketentuan permainannya akan diatur sedemikian rupa dengan standar internasional.

 

    Kemudian berbicara mengenai perkembangan esports di Indonesia secara keseluruhan, menurut Adrian juga perlu didukung oleh infrastruktur yang memadai, khususnya jaringan internet. Karena tak dapat dipungkiri jika cabang olahraga yang satu ini tak begitu populer di daerah lantaran terbatasnya jaringan internet, terutama dari segi kecepatan jaringan.

 

    “Infrastruktur ini juga masih perlu ditingkatkan. Tetapi harapan kami positif karena sudah ada sinyal positif yang mana orang-orang dengan powernya di pemerintahan mulai memperhatikan esports sebagai cabang olahraga yang menjanjikan dan perlu dibesarkan,” tuturnya.

 

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Indonesia Esports Association (IESPA) Andrew Tobias mengatakan bahwa secara umum perkembangan esports di Indonesia sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Indonesia menurutnya sudah mulai mengerjar ketertinggalannya dengan negara-negara dimana esports sudah populer sejak lama.

 

    “Walaupun masih ketinggalan tetapi sudah jauh lebih baik. Dulu mungkin ketinggalan 10 tahun sekarang ya sudah dua tahun saja. Kalau melihat perkembangannya seperti sekarang ini mungkin tak lama lagi kita bisa seperti mereka,” katanya.

Namun, Andrew tak menampik bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Tidak hanya infrastruktur semata, tetapi juga informasi positif mengenai esports yang perlu ditingkatkan kembali.

 

    “Infrastuktur menyebabkan kesempatan tidak merata, kemudian informasi atau berita-berita positif mengenai esports yang disebarkan ke masyarakat masih kurang. Lebih banyak berita negatif yang imbasnya ke stigma negative esports juga,” ungkapnya.

 

    Terakhir, Andrew juga mengingatkan kepada seluruh pihak yang berkecimpung dalam dunia esports di Tanah Air untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dukungan yang diberikan oleh pemerintah. Menurutnya, pemerintah tidak main-main dalam pengembangan esports yang dapat dikatakan sebagai hal baru bagi masyarakat Indonesia.

 

    “Asian Games 2018 esports dijadikan turnamen eksibisi tanpa medali. Kemudian di SEA Games esports dijadikan turnamen dengan medali. Dukungan dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terus mengalir. Tinggal manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih prestasi dan membuat esports makin dicintai masyarakat,” tutupnya.

Pengertian Singkat Basket


Sejarah Bola Basket

    Permainan basket ditemukan secara tidak sengaja oleh Dr. James Naismith pada tanggal 15 Desember 1891. Beliau adalah seorang guru Olahraga asal Kanada. Waktu itu ia membuat suatu permainan di dalam ruangan untuk mengisi waktu luang siswanya. Saat itu di New England sedang musim dingin.

    Setelah terdapat beberapa masukkan, ia kemudian membuat sejumlah peraturan. Pertandingan bola basket resmi pertama digelar pada tanggal 20 Januari 1892. Kata “basket” muncul dari seorang muridnya. Barangkali istilah itu muncul karena ring yang digunakan saat itu adalah basket (bahasa Inggris) yang berarti “keranjang”.

    Olahraga inipun cepat sekali menyebar dan digemari di Amerika Serikat. Persatuan bola basket Amerika Serikat kemudian didirikan pada tanggal 6 Juni 1946 di New York.

    Permainan bola basket dibawa ke Indonesia oleh perantau dari Tiongkok sekitar tahun 1920-an. Kemudian permainan tersebut menjadi populer di kalangan remaja Tionghoa. Pada tahun 1930-an, klub-klub basket mulai terbentuk di kota-kota besar. Pada saat penyelenggaraan PON I tahun 1948, bola basket juga diselenggarakan.

Aturan Lapangan, Waktu, Bola, dan Pemain Bola Basket

    Ukuran standar lapangan basket yaitu panjang 26 meter dan lebar 14 meter. Terdapat tiga lingkaran (dua diantaranya setengah lingkaran) di dalam lapangan basket dengan jari-jari 1,8 meter.

    Dalam permainan bola basket terdiri dari dua regu. Masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain dan 5 orang pemain cadangan. Wasit terdiri dari 2 orang (masing-masing disebut referee dan umpire).

    Permainan terdiri dari 4 babak. Setiap babak lamanya 10 menit. Setiap beralih ke babak berikutnya diberi waktu istirahat selama 10 menit. Bila pada akhir pertandingan skornya sama, maka ada tambahan babak hingga ada selisih skor. Setiap pergantian babak tambahan diberi waktu istirahat selama 2 menit.

    Keliling bola basket antara 75 sampai 78 cm. Berat bola basket sekitar 600 sampai 650 gram. Ketika bola dijatuhkan ke lapangan dari ketinggian 1,8 meter, bola harus dapat memantul dengan ketinggian antara 1,2 sampai 1,4 meter.

Teknik Dasar Bermain Bola Basket

Teknik passing (mengoper bola):

    1. Bounce pass adalah teknik passing dengan dipantulkan ke arah kawan.

    2. Chest pass adalah teknik passing dengan dilempar tepat ke arah dada kawan. Teknik ini lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan teknik lain.

    3. Overhead pass adalah teknik passing dengan dilempar di atas kepala. Teknik ini cocok digunakan jika rata-rata tinggi badan lawan lebih pendek dibandingkan Anda dan kawan.

Dribble adalah teknik membawa bola basket dengan cara memantul-mantulkan bola ke lantai. Bola basket dipantulkan dengan cara telapak tangan mendorong bola, bukan memukul bola. Posisi lengan dan jari dalam posisi santai (tidak kaku).

Peraturan Dasar Permainan Bola Basket

Berikut adalah beberapa peraturan dasar yang harus dipatuhi dalam permainan bola basket:

    1.Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.

    2.Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).

    3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.

    4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.

    5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul pemain lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.

    6.Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3, 4, dan 5.

    7.Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).

    8.Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.

    9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.

    10.Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.

    11.Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.

    12.Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

Mengenal Secara Singkat Olahraga Tenis Meja

  TENIS MEJA Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak penggemarnya, tidak terbatas pada tingkat usia remaja saja, tapi ju...