BILLIARD
Selanjutnya, permainan biliar dipopulerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud, seorang tahanan politik pemerintah ketika terjadi revolusi Perancis. Karena kecintaannya dengan biliar, ia menolak untuk dibebaskan dari penjara ketika masa hukumannya berakhir. Mingaud berhasil menemukan tip, yakni tambahan kulit di ujung cue. Dengan tip, pukulan menjadi lebih akurat dan mempermudah melakukan kontrol cue ball. Tip temuan Mingaud lama-kelamaan mengeras dan mengurangi efektifitas pukulan sehingga dilakukan pengembangan. Jack Carr, seorang pelatih biliar dari Inggris, menemukan teknik pukulan off-center, yaitu memukul cue ball di titik off-center guna mendapatkan efek spin. Di Inggris, pukulan ini disebut side. Ia juga menemukan ide untuk mengoleskan kapur pada permukaan tip untuk meningkatkan akurasi pukulan.
Perkembangan
olahraga biliar di Indonesia pertama kali berasal dari kalangan masyarakat
lapisan bawah. Mereka kebanyakan punya banyak waktu senggang karena tidak punya
pekerjaan yang tetap dan lokasi bermainnya berada di tempat-tempat kumuh
sehingga biliar sering dikonotasikan secara negatif. Namun, setelah masyarakat
mengetahui bila biliar dimainkan oleh oleh semua kalangan di Eropa baik raja,
presiden, pengusaha, dan anggota masyarakat lainnya, maka masyarakat juga mulai
tertarik memainkannya.
Masuknya
permainan biliar di Indonesia bermula saat negara-negara Eropa melakukan
penjajahan di daratan Asia, mereka membawa kebiasaan berupa bermain biliar ke
lingkungan tempat mereka menjajah. Hal tersebut justru membuat olahraga biliar
menjadi sangat popular di Asia dibandingkan di negara-negara Eropa, bahkan para
pemain professional biliar justru didominasi oleh orang-orang Asia. Permainan
biliar di Indonesia kian hari semakin berkembang melalui berbagai macam
kompetisi atau kejuaraan, bahkan sudah didirikan organisasi resmi yang diakui
oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), yakni Persatuan Olahraga Biliar
Seluruh Indonesia (POBSI) .
Istilah dalam Permainan Biliar
Dalam dunia permainan biliar, digunakan istilah-istilah tertentu sebagai penyebutan suatu benda, tindakan, atau situasi. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam permainan biliar antara lain sebagai berikut.
1. Cue
Cue merupakan tongkat
atau stik yang digunakan sebagai alat penyodok bola dalam permainan biliar.
Biasanya tongkat terbuat dari kayu atau serat komposit dalam berbagai motif
corak dan bentuk.
2. Cue Ball
Cue
Ball merupakan
bola biliar berwarna putih yang digunakan sebagai bola utama atau sebagai media
penghubung antara stik biliar dengan bola sasaran atau bola target.
3. Object Ball (Pool Ball)
Object
Ball adalah
bola biliar yang menjadi target singgungan dari cue ball untuk
diarahkan ke posisi tertentu atau dimasukan ke dalam pocket sebagai
tujuan permainan.
4. Pocket
Pocket adalah kantung pada
meja biliar yang berfungsi sebagai tempat masuknya bola biliar. Pocket pada
meja biliar berjumlah enam buah (3 buah pada tiap sisinya) dengan ukuran kurang
lebih dua kali diameter bola biliar.
5. Chalk
Chalk adalah
perlengkapan yang dipakai untuk melapisi bagian atas (tip) dari stik
biliar agar tidak terjadi slip pada persinggungan antara tip dengan cue
ball atau missed cue.
6. Missed Cue
Missed
cue adalah
situasi stik biliar terpeleset pada saat melakukan sodokan terhadap cue
ball sehingga target bola sasaran menjadi meleset atau tidak sesuai
yang diinginkan.
7. Scratch
Scratch adalah
situasi saat cue ball masuk ke dalam pocket atau
keluar dari meja. Scratch merupakan foul atau
kesalahan dalam permainan biliar.
Ketentuan Umum
Bola
yang digunakan dalam permainan biliar adalah bola biliar bernomor 1 hingga 9
dan ditambah bola berwarna putih (cue ball). Susunan bola adalah bola
bernomor 1 hingga 9 disusun berbentuk wajik (diamond). Posisi bola bernomor 1
berada di bagian atas wajik, sedangkan bola bernomor 9 diletakkan di
tengah-tengah susunan bola, dan bola lainnya ditempatkan secara acak. Pemain
dinyatakan menang, apabila memasukkan bola bernomor 9 ke dalam lubang meja
secara sah atau pemain lawan melakukan pelanggaran 3 kali berturut-turut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar